HADIST PALSU MUHARRAM

“Barang siapa puasa terakhir dari bulan Dzul Hijjah, dan hari pertama dari bulan Muharram maka sungguh dia telah menutup setahun yang lalu dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, maka Allah akan menjadikan untuknya pengampunan selama lima puluh tahun.” (Hadist Maudhu’, Imam as-Syaukani berkata dalam al-Fawaid (96/31), ‘Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anh secara marfu’ dan padanya ada dua pendusta’. Keduanya adalah al-juwaibari dan Wahb, Imam Suyuthi rohimawllahu berkata, ‘Keduanya adalah pendusta’ (al-Laàli al-Mashnu’ah, Jalaluddin as-Suyuthi)).

“Barangsiapa berpuasa sembilan hari pertama bulan Muharram, maka Allah akan bangunkan sebuah kubah di angkasa yang luasnya satu mil persegi yang memiliki empat pintu” (Hadist Maudhu’, Imam as-Syaukani berkata dalam al-Fawaid (96/33), ‘Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Anas secara Marfu’, dan itu palsu, penyakitnya adalah Musa at-Thawil, lihat al-Laàli al-Mashnu’ah, Jalaluddin as-Suyuthi(2/92))

“Barangsiapa puasa pada hari ‘Asyura’ maka Allah menuliskna untuknya (pahala) ibadah selamaenam puluh tahun dengan puasa dan qiyamullailnya. Barangsiapa puasa hari ‘Asyura’, dia akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat, barangsiapa puasa hari ‘Asyura’ dia akan diberi pahala sepuluh ribu syahid, barangsiapa puasa hari ‘Asyura’ Allah akan tuliskan untuknya pahala tujuh langit, barangsiapa seorang mukmin berbuka di sisinya pada hari ‘Asyura’, maka seakan-akan dia telah memberikan seluruh orang faqir dari ummat Muhammad, mengenyangkan perut-perut mereka, barangsiapa mengusap kepala seorang yatim, maka dengan setiap rambut di kepalanya akan diangkat untuknya satu derajat di sorga.” Umar berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh Allah telah mengutamakan hari ‘Asyura’, Beliau bersabda,’Ya, Allah menciptakan langit pada hari ‘Asyura’, bumipun seperti itu, menciptakan pena pada hari ‘Asyura’, lauhul mahfuzh pun seperti itu, menciptakan Jibril pada hari ‘Asyura’ , menciptakan Malaikat pada hari ‘Asyura, menciptakan Adam pada hari ‘Asyura, mengampuni dosa Dawud pada hari ‘Asyura’, memberi (kerajaan pada) Sulaiman bin Dawud pada hari ‘ Asyura’, dan Nabi di lahirkan pada hari ‘Asyura’, ar-Rabb azza wa jalla beristiwa’ di atas ‘Arsy pada hari ‘Asyura’, dan hari kiamat terjadi pada hari ‘Asyura’ “ (Hadist Palsu, lihat al-Laàli al-Mashnu’ah, Jalaluddin as-Suyuthi (2/92), pendustanya adalah Hubaib, Ibnul Jauzi berkata, ‘Ini adalah hadits palsu, tidak diragukan lagi.’ Ahmad bin Hanbal berkata, ‘Hubaib biasa berdusta,’ Ibnu ‘Adiy berkata, ‘Dia pemalsu hadits. ‘Abu Hatim berkata, ‘Ini adalah hadits bathil, tidak ada asalnya.’ (al-Maudhu’at, Ibnu Jauzi (2/203))

Cukuplah kita dengan hadits-hadits shahih berikut ini :

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, …” (HR. Muslim, 1163 (202))

“Puasa pada hari ‘Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, 1162 (196))

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anh, dia berkata, ‘Nabi sawlallahu alaihi wassalam datang di Madinah, lalu melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura’, maka beliau bersabda :

“Apa ini ? Mereka berkata, ‘Ini adalah hari yang baik, ini adalah hari Allah menyelamtakan Bani Israil dari musuh-musuh mereka, maka Musa berpuasa’, beliau bersabda, ‘Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian’.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa.’ (HR. al-Bukhari (2004)) (AR)

dari : Majalah Qiblati, edisi 03 tahun IV halaman 40-41

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: