HADIST PALSU MUHARRAM

January 2, 2009

“Barang siapa puasa terakhir dari bulan Dzul Hijjah, dan hari pertama dari bulan Muharram maka sungguh dia telah menutup setahun yang lalu dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, maka Allah akan menjadikan untuknya pengampunan selama lima puluh tahun.” (Hadist Maudhu’, Imam as-Syaukani berkata dalam al-Fawaid (96/31), ‘Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anh secara marfu’ dan padanya ada dua pendusta’. Keduanya adalah al-juwaibari dan Wahb, Imam Suyuthi rohimawllahu berkata, ‘Keduanya adalah pendusta’ (al-Laàli al-Mashnu’ah, Jalaluddin as-Suyuthi)).

“Barangsiapa berpuasa sembilan hari pertama bulan Muharram, maka Allah akan bangunkan sebuah kubah di angkasa yang luasnya satu mil persegi yang memiliki empat pintu” (Hadist Maudhu’, Imam as-Syaukani berkata dalam al-Fawaid (96/33), ‘Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Anas secara Marfu’, dan itu palsu, penyakitnya adalah Musa at-Thawil, lihat al-Laàli al-Mashnu’ah, Jalaluddin as-Suyuthi(2/92))

“Barangsiapa puasa pada hari ‘Asyura’ maka Allah menuliskna untuknya (pahala) ibadah selamaenam puluh tahun dengan puasa dan qiyamullailnya. Barangsiapa puasa hari ‘Asyura’, dia akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat, barangsiapa puasa hari ‘Asyura’ dia akan diberi pahala sepuluh ribu syahid, barangsiapa puasa hari ‘Asyura’ Allah akan tuliskan untuknya pahala tujuh langit, barangsiapa seorang mukmin berbuka di sisinya pada hari ‘Asyura’, maka seakan-akan dia telah memberikan seluruh orang faqir dari ummat Muhammad, mengenyangkan perut-perut mereka, barangsiapa mengusap kepala seorang yatim, maka dengan setiap rambut di kepalanya akan diangkat untuknya satu derajat di sorga.” Umar berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh Allah telah mengutamakan hari ‘Asyura’, Beliau bersabda,’Ya, Allah menciptakan langit pada hari ‘Asyura’, bumipun seperti itu, menciptakan pena pada hari ‘Asyura’, lauhul mahfuzh pun seperti itu, menciptakan Jibril pada hari ‘Asyura’ , menciptakan Malaikat pada hari ‘Asyura, menciptakan Adam pada hari ‘Asyura, mengampuni dosa Dawud pada hari ‘Asyura’, memberi (kerajaan pada) Sulaiman bin Dawud pada hari ‘ Asyura’, dan Nabi di lahirkan pada hari ‘Asyura’, ar-Rabb azza wa jalla beristiwa’ di atas ‘Arsy pada hari ‘Asyura’, dan hari kiamat terjadi pada hari ‘Asyura’ “ (Hadist Palsu, lihat al-Laàli al-Mashnu’ah, Jalaluddin as-Suyuthi (2/92), pendustanya adalah Hubaib, Ibnul Jauzi berkata, ‘Ini adalah hadits palsu, tidak diragukan lagi.’ Ahmad bin Hanbal berkata, ‘Hubaib biasa berdusta,’ Ibnu ‘Adiy berkata, ‘Dia pemalsu hadits. ‘Abu Hatim berkata, ‘Ini adalah hadits bathil, tidak ada asalnya.’ (al-Maudhu’at, Ibnu Jauzi (2/203))

Cukuplah kita dengan hadits-hadits shahih berikut ini :

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, …” (HR. Muslim, 1163 (202))

“Puasa pada hari ‘Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, 1162 (196))

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anh, dia berkata, ‘Nabi sawlallahu alaihi wassalam datang di Madinah, lalu melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura’, maka beliau bersabda :

“Apa ini ? Mereka berkata, ‘Ini adalah hari yang baik, ini adalah hari Allah menyelamtakan Bani Israil dari musuh-musuh mereka, maka Musa berpuasa’, beliau bersabda, ‘Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian’.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa.’ (HR. al-Bukhari (2004)) (AR)

dari : Majalah Qiblati, edisi 03 tahun IV halaman 40-41

IMAN, ISLAM, DAN IHSAN

January 2, 2009

Assalamualaikum…

ana awali tulisan ini dengan beberapa pokok agama kita tersayang…

Semoga senantiasa bermanfaat…amiin ….

Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu ‘anh, dia berkata: ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya diatas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata,” Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam ” Rasulullah menjawab,”Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Alloh dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh, engkau mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Romadhon dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.” Orang itu berkata,”Engkau benar,” kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya Orang itu berkata lagi,” Beritahukan kepadaku tentang Iman” Rasulullah menjawab,”Engkau beriman kepada Alloh, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk” Orang tadi berkata,” Engkau benar” Orang itu berkata lagi,” Beritahukan kepadaku tentang Ihsan” Rasulullah menjawab,”Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.” Orang itu berkata lagi,”Beritahukan kepadaku tentang kiamat” Rasulullah menjawab,” Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya.” selanjutnya orang itu berkata lagi,”beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya” Rasulullah menjawab,” Jika hamba perempuan telah melahirkan tuan puterinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan.” Kemudian pergilah ia, aku tetap tinggal beberapa lama kemudian Rasulullah berkata kepadaku, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?” Saya menjawab,” Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui” Rasulullah berkata,” Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu”

dari :“Hadits 2- Hadits ARBAIN An-Nawawiyah”

Hello world!

January 2, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.